Wednesday, April 11, 2012

Jurnal Pembelian (Purchase Journal)


Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang secara kredit. Perlu dijelaskan lebih lanjut apabila perusahaan dalam melakukan pembelian berupa barang-barang lain (selain barang dagang) dan jarang dilakukan maka pembuatan jurnal pembelian ini hanya khusus digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang secara kredit saja. Namun apabila selain pembelian barang dagang, perusahaan juga sering membeli barang lain secara kredit, maka pembuatan jurnal pembelian ini sebaiknya juga untuk mencatat seluruh pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit.

Berikut ini bentuk Jurnal Pembelian, Jurnal pembelian ini berbentuk skontro hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit :

Keterangan :

    1. Catatlah tanggal transaksi
    2. Catatlah nama kreditur atau keterangan lainnya.
    3. Berilah tanda Check (V) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
    4. Catatkan syarat pembayaran.
    5. Catatlah jumlah transaksi sebagai Pembelian dan Utang Dagang

Jurnal pembelian ini berbentuk stafel dapat digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit :

Keterangan :

    1. Catatlah tanggal transaksi
    2. Catatlah nama kreditur atau keterangan lainnya.
    3. Berilah tanda Check (V) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
    4. Catatkan syarat pembayaran.
    5. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang dagang secara kredit
    6. Catatkan nama akun, seperti perlengkapan, peralatan yang dibeli secara kredit
    7. catatkan kode akunnya
    8. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang lain tersebut
    9. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang masing-masing sebagai Utang Dagang

Untuk memberi gambaran tentang jurnal pembelian, perhatikan contoh transaksi dan cara pencatatannya berikut ini :

    • 2 Januari 2009 dibeli barang dagang dari PT Mester Jakarta Rp. 4.000.000,00 syarat 2/10,n/30
    • 5 Januari 2009 dibeli barang dari PD Doni Rp. 2.000.000,00 secara tunai dan dari CV ARagil Jakarta Rp. 3.000.000,00 syarat 2/5 n/30
    • 7 Januari 2009 dibeli barang dagang dari PT Atlantis Indonesia Rp. 5.000.000,00 syarat 10/5,n/30
    • 10 Januari 2009 dibeli perlengkapan kantor Rp.570.000,00 dan peralatan kantor Rp. 1.250.000,00 secara kredit dari Toko Lincah.
    • 12 Januari 2009 Dibeli barang dagang dari PT Beyond Jakarta Rp. 2.500.000,00 tunai. 20 Dibeli barang dagang dari PT Mester Jakarta Rp. 3.500.000,00 dngan syarat 2/10,n/30
    • 22 Januari 2009 barang dagangan senilai Rp.350.000,00 dikembalikan kepada PT Mester Jakarta karena rusak.

Untuk dapat membandingkan pencatatan transaksi tersebut, berikut jurnal pembelian model pertama (skontro).

Jurnal Pembelian

Catatan : seperti diutarakan diatas bahwa apabila jurnal pembelian tersebut hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit, maka pembelian barang lainnya yang dilakukan secara kredit dicatatkan pada jurnal umum. Sedangkan pembelian secara tunai dicatatkan pada jurnal pengeluaran kas.

Perhatikan pula contoh pencatatan jurnal pembelian model kedua (Stafel) berikut ini:

Jurnal Pembelian

Coba perhatikan perbedaan jurnal pembelian tersebut.

No comments:

Post a Comment

silahkan di komment. koment dengan baik dan bijaksana, jgn lakukan spam, terima kasih sudah mengunjungi blog saya,, sukses !!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan